Tuesday, February 5, 2008

Lenyapkah Yahoo 'Ditelan' Microsoft?

Rencana Microsoft membeli Yahoo memunculkan pertanyaan. Jika benar Microsoft mengakuisisi Yahoo, bagaimana nasib layanan online Yahoo yang selama ini familiar bagi konsumen? Banyak layanan Yahoo mirip dengan milik Microsoft sehingga agar konsumen tak bingung, bisa jadi salah satu akan dimatikan atau digabungkan.

Misalnya saja, apakah layanan populer semacam Yahoo Mail, Yahoo Finance atau Yahoo Groups akan 'dihilangkan' Microsoft? Apakah Yahoo Messenger akan menghilang dan jadi bagian dari MSN Messenger milik Microsoft? Pendek kata, akan lenyapkah merek Yahoo di tangan Microsoft?

Menurut analis IDC (International Data Corporation), Karsten Weide, Microsoft harus berpikir ulang untuk mematikan atau menggabungkan layanan Yahoo dalam label MSN. Hal ini karena menurut Karsten, Yahoo dinilai lebih ahli dalam layanan media online daripada Microsoft.

"Sebaiknya Microsoft justru menggabungkan layanannya ke Yahoo. Hal ini karena Yahoo adalah merek yang lebih kuat dalam dunia media dan beberapa layanan mereka lebih baik daripada milik Microsoft," papar Weide seperti dikutip detikINET dari WashingtonPost, Senin (4/2/2008).

Memang tak seorangpun tahu apa yang akan dilakukan Microsoft jika akuisisi terjadi. Namun, Microsoft disinyalir akan tetap memakai mereknya sendiri dan hanya memanfaatkan aset perusahaan yang dibelinya, dalam hal ini Yahoo. Karenanya, Microsoft diperkirakan akan menggabungkan sebagian layanan online Yahoo ke MSN.

Masih menurut Weide, Microsoft perlu berhitung masak-masak tentang layanan Yahoo mana yang perlu dihapus dan mana yang perlu dipertahankan. Layanan pencarian, email, atau pesan instan sebaiknya tetap dipertahankan di bawah merek Yahoo karena posisinya yang kuat di pasaran.

Di sisi lain, layanan Yahoo yang dianggap tak bermanfaat bagi kepentingan bisnis online Microsoft bisa digabungkan di bawah merek Microsoft atau bahkan dihapus. Tak pelak, penggemar Yahoo tampaknya akan jadi pihak yang senam jantung jika akuisisi Microsoft terlaksana-detikinet.


Hosting Gratis, Cukupkah.. ?

Untuk sebuah situs komunitas, hosting gratis sebenarnya sudah cukup. Perhitungannya tentu saja untuk menghemat biaya. Penyedia jasa hosting gratisan pun kini cukup banyak jumlahnya.

Biasanya, perusahaan penyedia hostingan gratis memberikan banner berupa iklan di tiap halaman, sebagai kompensasinya. Tetapi ada juga yang memberikannya tanpa imbalan apapun.

Sebagian besar penyedia jasa layanan hosting gratis, memberikan kapasitas server sebesar 100 MB, bahkan ada beberapa penyedia jasa yang berani memberikan kapasitas server hingga 1 GB. Hosting yang diberikan secara gratis itu, sebagian besar menggunakan php sebagai bahasa (language).


Lang php dinilai cukup untuk mengembangkan layanan web/blog berbasis php, seperti wordpress atau joomla. File berbahasa html pun bisa dipergunakan di server berbasis php.
Tapi perlu berhati-hati juga menggunakan layanan hosting gratis. Ada yang menyediakan layanan gratisnya hanya untuk main-main. Begitu banyak penggunanya, tiba-tiba saja menghilang. Akibatnya, pengguna jasa ikut kehilangan file di dalamnya.

Tuesday, January 8, 2008

Pemberdayaan Google

Tak semua orang yang melek internet mengerti harus bagaimana untuk mendapatkan informasi, data, atau lagu dari internet. Dia tahu, googling atau mencari dengan engine Google merupakan cara bertanya, tetapi sering kali gagal. Itu semua karena satu hal: meremehkan Google tak mengerti bahasa kita.

Popularitas Google sebagai mesin pencari hampir sama dengan internet sendiri. Tampilan sederhana dan algoritma perhitungan yang canggih membuat Google banyak disukai dibandingkan dengan pesaingnya, Yahoo.

Pencarian sering lama dan membuang waktu karena kata kunci yang diberikan terlalu sedikit, misalnya: ”iwan fals”. Padahal, yang diinginkan download lagu MP3 dari Iwan Fals.

Makin banyak kata yang dimasukkan, seperti: ”iwan fals download mp3” (tanpa tanda kutip) barulah lagu yang diinginkan bermunculan. Semakin banyak dan makin spesifik informasi yang kita masukkan, makin cepat menemukan yang dicari.

Cara pencarian dengan memasukkan banyak kata yang kemungkinan ada di dalam dokumen merupakan ”cara bodoh” paling mudah jika kita tak ingin menghafal ”rumus” tertentu.

Jika ingin cara yang lebih cepat, bisa menggunakan ”rumus” tertentu. Untuk pencarian MP3, misalnya, ada banyak cara, salah satunya seperti ”iwan fals site:multiply.com/music”, berarti hanya mencari lagu Iwan Fals di situs jaringan sosial Multiply.

Cara lain yang telak adalah memanfaatkan format pencarian dengan format seperti: intitle: ”index of” mp3 ”peterpan”, untuk mencari lagu Peterpan.

Cara bodoh

Tidak tahu siapa yang menemukan mesin uap? Masukkan saja kata kunci sederhana, misalnya ”mesin uap ditemukan oleh” (tanpa tanda kutip), atau tanda * (bintang) bisa mewakili sembarang kata, maka secara cepat akan mendapatkan jawaban dengan memasukkan ”mesin uap ditemukan oleh *” (tanpa tanda kutip) dan jawabannya akan muncul.


Google mampu menginterpretasikan parameter yang diberikan untuk mempercepat pencarian. Tanda ”+” dan tanda kutip (” ”) untuk pencarian frase seperti: mesin+uap atau ”mesin uap”. Pencarian pun bisa memasukkan file spesifik, misalnya hanya file pdf. Contoh: jika ingin mencari dokumen pdf Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, kita bisa memasukkan ”taman nasional laut kepulauan seribu filetype:pdf”. Jika file yang dicari dalam Microsoft Word, tinggal mengisi filetype:doc.

Jika sudah tahu di situs mana akan dilakukan pencarian, bisa digunakan format ”site:nama situs”. Misal, jika ingin mencari kesehatan reproduksi di situs Kompas, bisa diketik: ”site:kompas.com kesehatan reproduksi” (tanpa tanda kutip). Masih banyak tanda-tanda spesifik untuk meningkatkan pencarian dan semuanya bisa dicari di Google.

Kalkulator

Jika sudah di depan Google, tak perlu membutuhkan kalkulator. Coba langsung masukkan 245*234+123-45, hasilnya akan langsung terlihat. Google juga bisa langsung mengonversi satuan yang berbeda, misalnya jika ingin mengetahui 500 pounds itu berapa kg, bisa mengetikkan ”500 pounds in kg”.

Untuk mengonversi mata uang asing tak perlu menelepon ke sana kemari. Misal, jika ingin tahu 50 dollar Singapura itu ada berapa rupiah, tinggal mengetikkan ”50 SGD in IDR” (tanpa tanda kutip). IDR merupakan kode Indonesian rupiah.

Khusus yang menyukai buku, Google menyediakan alamat khusus di www.books.google.com. Berbagai ragam buku disediakan di sini.

Masih ada seabrek fitur, seperti google map yang mengintegrasikan Google Earth, google images untuk mencari khusus koleksi foto, google video, dan semua ada di internet.

***

Tips Pencarian

1. Prinsip pertama dalam menghadapi mesin pencari seperti Google atau Yahoo adalah jangan "under-estimate" dengan kemampuannya. Masukkan informasi sebanyak mungkin dalam pencarian itu.

2. Untuk mencari gambar, klik khusus pencarian khusus "images" dan video. Baik di Google maupun Yahoo, tersedia.

3. Google juga memiliki kamus penerjemah. Klik Language Tools di bagian bawah untuk menerjemahkan bahasa tertentu ke dalam bahasa yang Anda pahami. Namun, hanya bahasa besar dunia yang tersedia. Untuk English-Indonesia dan Indonesia-English, gunakan www.kamus.net.

4. Untuk memperdalam informasi, Wikipedia merupakan ensiklopedia terbuka. Untuk Wikipedia Bahasa Inggris, alamatnya http://en.wikipedia.org dan untuk Bahasa Indonesia di http://id.wikipedia.org. Sebagai ensiklopedia bebas, jika artikel di Wikipedia tidak bagus, kita bisa menyumbangkan artikel di situ. (Kompas)


Monday, January 7, 2008

Sekarang Eranya Web 2.0

Sekian lama tidak menjenguk blog, kangen juga euy. Tak terasa dah berganti tahun he...he..he..
Walaupun agak telat dikit, tidak lupa mengucapkan selamat tahun baru 2008...
Happy new year man......!
Saat warga Batam masih disibukkan dengan blog, di luar Batam justru tengah berkembang situs-situs komunitas. Situs komunitas adalah situs yang di dalamnya berisikan aktivitas dari anggotanya. Situs komunitas merupakan bagian dari aplikasi web 2.0 yang membebaskan pengunjung web tidak hanya sebatas pengunjung, tetapi juga menjadi bagian dari situs, dengan ikut mengirimkan artikel maupun informasi. Tentu saja isinya tergantung dari jenis situs yang dimasuki.

Ada berbagai jenis situs komunitas yang berkembang akhir-akhir ini. Mulai dari situs komunitas multimedia yang di dalamnya berisikan penghobi multimedia seperti video streaming dan musik, yang dipublikasikan di situs. Ada pula situs yang di dalamnya hanya berisikan foto-foto wajah para anggotanya. Situs seperti ini, banyak disebut situs narsis karena anggotanya kebanyakan dari orang-orang yang suka memamerkan wajahnya. Tetapi tak bisa dipandang sepele karena beberapa situs model begini jusru banyak peminatnya.


Meskipun sudah menjadi pembicaraan sejak tahun 2004, web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini.
Ketika web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah situs web.


Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini. Walaupun definisi mengenai web 2.0 masih belum secara utuh diformulasikan sampai hari ini, ada pihak yang mengatakan bahwa web 2.0 lebih menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya.


O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan browser web dan tidak perlu diinstalasi terlebih dahulu seperti software-software yang umumnya digunakan sehari-hari. Bahkan konsep mengenai sistem operasi di dalam web juga masuk dalam definisi tersebut di dalam konferensi web 2.0 pada tahun 2005.


Secara tidak sadar, kita sebenarnya sudah menjadi bagian dari web 2.0. Situs web 2.0 populer sampai sekarang ini adalah friendster, yang anggotanya terus bertambah. Walau banyak situs serupa mulai bermunculan, tetapi belum ada yang bisa mengalahkan friendster, dari sisi jumlah anggota(Batampos).